Ya,sejak di fonisnya Skoliosis itu untuk tersenyum sajapun susah,
Aku terlalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam negatifnya saja.
Memang,awalnya tidak mudah.
Tetapi dari situlah terlihat teman sejati dan tidak,
Teman yang hanya ingin bersenang-senang denganmu saja tanpa ingin tau kesusahanmu.
Sulit memang diawalnya,
Tp setelah di nasihati oleh beberapa abang-abangan,tetangga,pelatih renang,guru fisika,tukang beca,tukang warteg,tukang kelapa,tukang parkir,semua-semuanya aku merasa hal yg hilang itu telah kembali..
Skoliosis!
Ya kelainan tulang belakang itu memang jarang terjadi,
Faktornya juga bermacam-macam,tp kebanyakan juga dari faktor kita pernah jatuh atau tidak..
Seperti aku skarang ini disebabkan kecelakaan 6tahun lalu,ketika aku ditabrak motor.
Dokter sempat memfonis ku mengalami kelumpuhan total,
Ketika aku melihat hasil ronsen yg dilakukan kepadaku,tulang ekor ku patah,sendi pada pangkal paha ku terlepas dari tempatnya,tulang belikat ku retak di tambah aku melihat tulang belakang ku juga retak (yg sejajar dengan tulang belikatku)
Aku pernah menanyakan kepada ibu ku dan dokter itu "Mah,dok,kok ini struktur gambarnya beda ya??"
Tp dokter itu acuh tidak acuh kepadaku,mungkin dia malu aku tanyakan seperti itu karena waktu itu aku masih duduk dibangku sekolahan,dan aku ingat struktur rangka tulang manusia,dan mungkin aku bisa membaca hasil ronsen walaupun tidak mengerti artinya,,
Dokter hanya memfokuskan ku agar bisa berjalan,
Tentu dengan dukungan teman-teman ku yang datang ke rumah sakit mereka menyemangatiku agar aku bisa kembali berjalan,,
Pada waktu itu aku mulai berjalan tertatih-tatih jatuh bangun,tapi lama kelamaan aku bisa mengayuh sepeda..
Ternyata orangtuaku,melupakan bagian yg retak itu,dan ketika masa pertumbuhan ku tulang ku malah menonjol kebelakang,
Ternyata tulang yg retak itu mengalami pembaharuan bagian,dan tumbuh tidak normal dan terjadilah skolifosis yg baru aku tau 5hari yg lalu,
Sakit memang,uluh hatiku seperti ditendang ketika mengetahui itu,,
Kembali teringat kejadian 6tahun lalu,
Kembali teringat wajah yg menabrak aku dulu,
Kembali teringat wajah dokter yg mengacuhkan dulu..
Ingin rasanya aku memakinya,ingin rasanya aku membunuhnya,ingin rasanya aku matikan mereka,
Tapi,,
Ditengah-ditengah tangis yg menyobek jiwaku aku teringat khotbah pendeta yang dari Jogjakarta ketika paskah 2014 bulan kemaren "Ampuni mereka yg menyakitimu,ampuni mereka,ampuni,ampuni mereka,bagaimana engkau akan di ampuni Bapa di sorga,jika engkau sendiri tidak bisa mengampuni,Tuhan Yesus mengajarkan kita mempunyai KASIH,ingat tanpa KASIH Tuhan Yesus tak akan mungkin menyelamatkan dunia ini,hanya Karna KASIH Yesus,dia rela mati di kayu salib menebus dosa-dosa umat manusia"
Memang,suatu keadaan yg sangat bertentangan di jiwaku,
Andai saja waktu itu aku tidak ditabrak perempuan itu,mungkin aku tidak mengalami skoliosis seperti skrang ini,
Andai saja waktu itu dokter tidak mengacuhkan pertanyaan ku,mungkin skoliosis ku skarang sudah sembuh karna waktu itu derajatnya masih kecil,tidak seperti skarang,hampir 40 derajat
Karna skoliosis itu juga aku tidak boleh kuliah jauh-jauh,
Padahal aku sudah mendaftar di Universitas Udayana Bali parodi kedokteran hewan dan fisioterapi,
Tp skarang,aku hanya boleh kuliah di Bandung dan skarang aku mempersiapkan SBMPTN ku untuk mendaftar di UNPAD atau UPI..
Aku tidak mengerti rancangan apa yang akan Tuhan lakukan kepadaku,tp aku percaya semua rancangan Tuhan baik,
Karna Tuhan Yesus tidak akan memberi Ular beracun kepada orang yang minta Roti.amin
Doakan aku sembuh ya teman-teman,,agar aku bisa masuk akpol tahun depan,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar