Senin, 07 Juli 2014

Melepaskan Yang Sedang Tergenggam Erat Bukanlah Hal Yang Mudah

JJujur setelah kamu pergi dan memilih berpisah dari ku,rasanya hari-hari yg ku lalui tanpamu terasa suram
Iya!
Kita berpisah!
Pesan singkat itu membawaku kedalam kesedihan,katanya kau ingin membicarakan sesuatu dan aku terlalu antusias untuk membaca tulisan itu.
Aku kira kau ingin membicarakan rindu yang sering menghinggapiku,
Atau kau ingin membicarakan masalah kapan kita bertemu,
Tp ternyata aku salah!
Aku terlalu bodoh!
Jantungku berdegup lebih cepat,
Telapak kaki dan tanganku terasa dingin!
Bukan karena cinta hinggap lagi di hatiku,
Tp karena kau ingin berpisah dari ku,
Ingin memutuskan hubungan kita 3 bulan lebih sekian hari dan 4 bulan kurang sekian hari..
Ketika ku bertanya kenapa kau ingin berpisah dan kau menjawab orang tua mu tidak setuju dengan hubungan kita.
Ya kita berbeda!
Selain berbeda tempat berdoa,kau yg berdoa ke arah kiblat,sedangkan aku berdoa dengan tangan di lipat,kita juga berbeda suku!
Ya kau mempunyai adat istiadat matrilinear,sedangkan aku patrilinear walaupun suku tersebut berada di pulau yg sama,entah kenapa 2 hal tersebut sangat sulit di capai.
Tapi aku merasakan apa karena skoliosis ku yg menyebabkan engkau pergi?
Aku tahu diri siapa aku,
Kau adalah seorang calon dokter,tidak mungkin memilih pasangan yg mempunyai kelainan tulang belakang!
Tapi jika hal itu benar kau pergi hanya karena skoliosis ku,apakah kau pernah berfikir aku juga tidak menginginkan kelainan ini menghinggapi ku!
Tapi aku ikhlas jika kau pergi,
Aku cukup tahu kau tidak setia padaku.
Terimakasih telah sempat mewarnai hari-hari ku,
Terimakasih kau telah berhasil mengatakan rindu setiap berteksan dengamu,
Terimakasih sudah menyemangatiku ketika aku patah semangat,
Terimakasih telah menjadi pelampiasan amarah ku,dan mengatakan PMS
Terimakasih Voice Notes yang kau kirimkan,
Terimakasih juga mengajari aku tentang bagaimana cara melepaskan yg sedang ku genggam erat,