Senin, 08 September 2014

waktu aku tau Dea

nNamamu begitu manis ku dengar,
Ya namamu seperti nama seorang anak gadis,padahal engkau seorang lelaki.
Wajahmu menyejukan hati,
Bola matamu yang bulat seolah tempat paling teduh asal matahari.
Aku melihatmu pertama kali ketika aku mendaftar sebagai polwan.
Ya,
Senyum mu pertama kali membuat jantung ini berdebar,
Kau tahu kenapa?
Karena setiap kau tersenyum,seolah-olah kau mengajak seluruh dunia ku tersenyum.
Kau ingat hari-hari berikutnya ketika kita bertemu di polres lagi?
Ya polres kantor polisi.
Iya!
Ketika ada pertemuan calon brigadir polwan dan polki aku melihatmu di sudut pintu depan sebelah kiri.
Aku merasakan ada seseorang yang sedang menatapku,
Akupun mencari siapa orang yang sedang menatapku,
Ternyata itu kau!
Ya mas dea!
Kau ingat saat kita bersama rombongan ke brimob polda jabar?
Aku memakai baju putih,dan celana kain hitam.kau tentunya memakai baju polisi mu..
Sebenarnya aku canggung ketika dekat denganmu,
Tp aku pikir,kau mana mau sama anak ingusan sepertiku..
Ketika matahari mulai diatas ubun-ubun kepala,aku dian dan seorang teman kami pergi mencari makan di wilayah brimob itu..
Bukan karna kami tidak patuh pada pimpinan atasan,
Hanya saja panas matahari saat itu tidak memakai logika.
Kami bertiga mampir di kantin nasi goreng di dalam wilayah brimob itu,
Dan kau tahu?aku melihat bang komang sedang makan di meja yang satu-satunya kosong,karna yg lain penuh..
Kau ingat ekspresi kami saat ketahuan kami kabur ke kantin dan bertemu kalian?iya,kita sama kaget!!
Ternyata kau dan bang komang kembaran beda cetakan itu juga kabur ke kantin pada jam tersebut!
Kembali jantung ini berdetak lebih kencang dan cepat,
aku duduk berhadapan dengan bang komang,dian dan teman kamipun duduk di samping bang komang.dan kau?kau duduk di sebelahku!
Siapa yg tak canggung rasanya duduk bersebelahan denganmu?pria tampan yang manis semanis es kelapa sii madu!!
Kau ingat saat kau berkata "Jangan GR duduk seblahan sama orang ganteng"
Rasanya harapan ini pupus,
Tp aku menyembunyikannya dengan bibir sewot dan mata terbalik ke belakang,aku tak ingin kau melihat mataku yg sedari tadi mengagumimu.
Kita makan siang berlima penuh canda tawa ejekan bualan,bahkan kita membicarakan masalah kantor yg serius.
Rasanya sepanjang aku hidup,itu pertama kali aku makan siang selain dengan ayahku dan abangku.walaupun kita hanya memakan nasi goreng..
Dan kau ingat?ada bapak-bapak separuh baya yang mengira kita sepasang kekasih?karena kita bercanda terlalu akrab!
Sebenarnya dalam hati aku mengaminin perkataan bapak tersebut,tp kau menyangkalnya dengan mengatakan "Tunangan saya udah ada pak,tp bukan dia"
Kembali hati ini kecewa,tp tak mengapa.
Mungkin kita benar sepasang kekasih di dalam imajinasiku,
Kau dan aku menjadi pemeran utamanya,hahahaha
Lucu memang,
Saat kita pulang dari brimob polda jabar,bus rombongan kita berhenti di rumah makan ASTRO (Asep Stroberry) yg terletak di wilayah Garut,
Aku ingat saat bis kau dan bis ku berdampingan,
Bola matamu,dan bola mataku kembali bertabrakan,saling memandang,kemudian pura-pura tak melihat.
Berkali-kali ketika sedang di situ aku mengkap basah kau sedang memandangku,hanya saja aku tak ingin perasaan ini "mekar" karna aku tahu kau sudah ada yang punya.
Dan sesampainya di polres kita,kita bercanda tawa sembari aku di jemput menggunakan mobil patwal yg mengantarku untuk pulang ke rumah.
Rasa letihku pada hari itu yang harus bolak-balik bandung nihil rasanya.mungkin karna ada kamu.
Hari-hari berikutnya kita tak sengaja bertemu di alun-alun untuk menikmati kelapa muda.
Kau tentu dengan kembaran beda cetakanmu,iya bang komang..
Kita bertiga berencana akan wisata kuliner ke bandung menikmati ayam taliwang dan ayam betutut,tentu dengan perjanjian kau dan bang komang yg membayarnya.
Kitapun membicarakan masalah yang lain,masalah sakit skoliosis yg aku alami,cara pengobatannya segala rupa.
Aku ingat ketika kau memberikan semangat buat aku,dan kembali mata itu seperti menitipkan pesan sesuatu,hanya aku tak ingin mengsalah artikannya.
Hari berikutnya kita bertemu tanpa kembali berjanjian,mungkin radar neptunus yg mempertemukan kita.
Aku sedang bersepeda di lapangan lokasana,dan kau juga sedang bersepeda di lapangan lokasana.
Hanya saja pada saat itu aku buru-buru untuk pergi,jd obrolan kita pun hanya sebatas "say hello"
Beberapa hari kemudian kita bertemu lagi,tp mengapa saat aku terburu-buru pulang?kita bertemu saat aku membeli jus apel,dan kau mengatakan bahwa lingkar perutmu yg besar itu sudah mulai mengecil,dan ekspresi ku tetap sama!mulut komat kamit dan mata ku terbalik ke belakang,
Itu terakhir kali kita bercanda tawa,tanpa aku pernah bertemu denganmu detik ini.
O iya,pernah!
Saat dari Polres melaksanakan HUT kota ini yg jatuh bulan Juni!saat itu acara sepeda santai,kau dan aku punya hobby yang sama,yaitu bersepeda!kau bercerita kau ingin menikah dengan tunanganmu.
Nikah kantornya pada bulan agustus,akad nikahnya bulan desember,dan resepsinya bulan Januari.
Dan kau sudah melaksanakan nikah kantor,
Dan pada tanggal 7 September kemaren,aku mendapat kabar kalau Kau meninggal dunia karena paru-paru basah dan penyempitan jantung yg menyerangmu.
Jujur aku tak tahu kau sakit paru-paru basah,karena suaramu begitu ngebas menggetarkan hati.
Hanya saja kau sering batuk dan pilek yg menurutku tak kunjung sembuh dari awal aku kenal denganmu.aku kira setiap kau bertemu denganku kau pasti pilek..
Dan sampai saat aku mengetik ini semua terasa mimpi,
Kalau kau sudah di pangkuan sang ilahi.
Tak ada sorot mata itu lagi,
Tak ada canda tawa itu lagi,
Tak ada mengatakan kita sepasang kekasih lagi,
Tak ada yg gaptek lagi,
Tak ada yg mengatakan orang ganteng lagi,
Dan tak ada bibir merah mudah yg gelagapan jika aku sedang ngerocos lagi.
Ini hari kedua tanpamu,aku percaya sebelum 40hari kau masih melayang dekat-dekat sini.
Aku ingin bertemu dengamu lagi,satu kali lagi.
Bisakah??sebelum kau benar-benar pergi.
Aku tak ingin ada waktu terburu-buru lagi.
Aku hanya ingin berdua bicara denganmu,dengan waktu leluasa,
Bisakah kau mampir di dalam mimpiku?
Aku ingin bercanda tawa denganmu lagi,mengejekmu lagi,dan kau memberikan semangat untuk ku operasi bulan oktober nanti
Aku merindukan mu Dea R.Fauzie